Superwoman (Part 1)

Kisah inspiratif Ibunda Ustadz Muzammil Hasballah (copas dari grup WA Akhawat Maqamat Al Lathiif)

muzammil hasballah

“Malam itu Muzammil telepon dari Banda Aceh. Mengabari kalau saya dan Ayah harus datang mengambil raport. Itu pertama kalinya dia terima raport di SMA yang dia pilih sendiri. Ada 4 SMA unggulan, 3 di Banda Aceh dan 1 di Medan, menawarinya masuk tanpa testing selepas SMP. Selama di SMP dia selalu menjadi juara umum.”

“Tapi hari ini Ayah masuk rumah sakit. Sebagai ibu saya sedih tidak bisa datang. Saya bisa merasakan kekecewaan Muzammil. Jarak Sigli-Banda Aceh cukup jauh dan tak mungkin saya meninggalkan Ayah. Saya minta tolong kakak saya yang tinggal di Banda Aceh mewakili. Sebagai dosen, kakak saya punya perhatian khusus terhadap pendidikan anak-anak saya…”.

“Esok harinya kondisi Ayah makin parah. Bicara pun sudah sulit. Saya telepon anak-anak. Kaka yang kuliah di USU Medan, Abang di Unsyiah, dan Muzammil, supaya segera pulang. Kakak saya mengabarkan kalau raport belum dibagikan. Ia menghadap Kepala Sekolah supaya raport Muzammil diberikan duluan. Saat itu juga Kepala Sekolah mengumpulkan semua murid, mengumumkan kalau semester itu Muzammil jadi juara umum..” “Kabar dari kakak segera saya bisikkan ke Ayah. Wajah Ayah berubah sumringah, air matanya menitik. Ayah berbisik : Meutuah…, katanya. Hanya satu kata itu, ungkapan bahagia sekaligus do’a agar mendapat kemuliaan dunia-akhirat. Kondisi Ayah makin memburuk. Saya katakan anak-anak sudah dalam perjalanan…”

(continued)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s